STOP HUMAN-TRAFFICKING
Beberapa hari yang lalu saya menonton film The Whistleblower. And it disturbed me. Disturbed me deeply. Film yang mengangkat kisah human trafficking ini berdasarkan kisah nyata tokoh utamanya, Kathryn Bolkovac, yang diperankan oleh Rachel Weisz.
Kathryn adalah seorang polisi Amerika yang bekerja sebagai penjaga perdamaian pasca perang Bosnia tahun 1999. Saat melakukan razia di sebuah bar, Kathy menemukan bukti-bukti human-trafficking pada gadis-gadis yang dipaksa menjadi pekerja seks dan mengalami kekerasan fisik, emosional maupun seksual. Setelah melakukan penyelidikan lebih dalam, Kathryn menemukan bahwa rekan kerjanya sendiri, para polisi dan petugas penjaga perdamaian, bukan hanya mengetahui mengenai human-trafficking ini tapi justru terlibat aktif dalam trafficking tersebut.
Semakin Kathryn mencoba menegakkan keadilan dan menyelamatkan para korban trafficking, Ia terus menemukan intimidasi dari rekan kerja, halangan dari petinggi organisasi & perusahaan ; bahkan hingga akhirnya Ia dipecat dari pekerjaannya tanpa alasan yang jelas. Karena tidak bisa mendapatkan keadilan dari dalam sistem, akhirnya Kathryn membeberkan hasil penyelidikannya kepada publik melalui media.
Sebenarnya sudah cukup banyak film (film import maupun filmIndonesia) yang mengangkat tema human-trafficking. Dan film The Whistleblower ini bukanlah film pertama bertema trafficking yang saya tonton. Tapi baru kali ini masalah human-trafficking sangat mengena dan menyentuh hati nurani saya; entahlah, mungkin istilahnya dulu saya belum mendapatkan hidayah. Tapi kini hidayah itu telah sampai, membuka hati dan pikiran saya, menumbuhkan kepedulian mengenai isu human-trafficking, membuat saya browsing di internet mencari informasi tentang perdagangan manusia ini.
Sedikit dari hasil yang saya dapatkan:
- UN’s International Labor Organization (ILO) memperkirakan sekitar 2,5 juta orang menjadi korban trafficking di seluruh dunia. Lebih dari setengahnya berasal dari Asia Pacific
- Lebih dari 80% korban trafficking adalah perempuan dan hampir 50% dari korban trafficking adalah anak-anak (<18 tahun)
- Human-trafficking menempati urutan ke-2 perdagangan ilegal terbesar di dunia setelah drug-trafficking
- Indonesia adalah salah satu Negara sumber, transit dan juga tujuan dari trafficking
Ini adalah postingan pertama saya di tahun 2012, maka dari itu saya ingin memulainya dengan kebaikan; menyeru kepada kebaikan dan mencegah keburukan/kejahatan (amar ma’ruf nahi munkar). Saya ingin membagi kegelisahan saya, ingin menyebarkan dan menularkan rasa kepedulian saya mengenai isu perdagangan manusia atau human-trafficking ini.
Human-trafficking adalah suatu perbudakan di zaman modern. Kemerdekaan adalah hak segala bangsa, kemerdekaan adalah hak setiap manusia. Tidak seharusnya ada seorangpun manusia yang dirampas kebebasannya, diperjual-belikan, dipaksa melakukan pekerjaan yang tidak diinginkannya, bahkan mendapat siksaan secara fisik, mental ataupun seksual.
Untuk yang suka menonton film, selain film The Whistleblower yang sudah saya bahas diatas, saya merekomendasikan film-film yang mengangkat isu human-trafficking (walaupun bukan sebagai tema utama film), beberapa judul film dari daftar tersebut mungkin sudah anda tonton tapi saat menonton mungkin anda lebih memperhatikan segi action atau kisah cinta di dalamnya (seperti saya dulu sebelum disadarkan oleh film The Whistleblower) :
- TAKEN (2008; cast: Liam Neeson)
- SLUMDOG MILLIONAIRE
- MERANTAU
- JAMILA DAN SANG PRESIDEN
- XIA AIMEI (filmIndonesia yang akan segera tayang di bioskop-bioskop kesayangan anda. Sebagai alternatif pilihan menonton selain film-film pocong atau kuntilanak)
Atau buka website-website ini untuk informasi lebih lengkap (saya mendapatkan sebagian besar informasi mengenai human-trafficking dari kedua website ini):
www.humantrafficking.org : “A significant number of Indonesian women voluntarily migrate to work as domestic servants but are later coerced into abusive conditions.”
www.mtvexit.org : “MTV EXIT is a campaign about freedom – about our rights as human beings to choose where we live, where we work, who our friends are, and who we love. Most of us take these freedoms for granted, but hundreds of thousands of people throughout the world have had these basic human rights taken away.”
STOP HUMAN-TRAFFICKING
Spread the awareness
Let’s Join the Fight!
Budi Cahyono berkata,
Januari 19, 2012 pada 9:38 PM
Pengen nonton Xia Aimei!
sweetajeng berkata,
Januari 21, 2012 pada 11:02 PM
ayo nonton Xia Aimei! Kayaknya bagus (blom nonton juga nih..)
waktu tulisan ini di posting, Xia Aimei masih coming soon, tapi sekarang dah tayang.
Budi Cahyono berkata,
Januari 22, 2012 pada 2:25 AM
Sayang sekali, di wilayah tempat tinggalku belum ada bioskop 21/blitz, adanya juga bioskopnya lelet terus. Jadi, sabar nunggu saja wes
sweetajeng berkata,
Januari 24, 2012 pada 12:55 PM
blum ada bioskop 21? memang tinggalnya dmn?
Budi Cahyono berkata,
Januari 24, 2012 pada 3:43 PM
Probolinggo, termasuk wilayah jawa sih, tapi kan memang 21/blitz belum merata ke semua kabupaten/kota madya.
Mending nunggu DVD nya saja. hehe